Resensi Buku
Globalisasi Jihad Kekerasan (Inside Jihadism: Understanding Jihadi Movements World Wide)
SETELAH Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) berhasil menewaskan Noordin M. Top -tokoh teroris berkewarganegaraan Malaysia- pada 17 September lalu, masyarakat seperti menemukan ''kesadaran baru''. Yakni, pembatasan terhadap ruang gerak jaringan gerakan teroris tidak cukup dilakukan oleh aparat keamanan, tetapi juga masyarakat perlu dilibatkan secara lebih luas. ''Kesadaran baru'' itu setidaknya terlihat dari aksi penolakan masyarakat terhadap pemakaman rekan-rekan Noordin M. Top yang ikut tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Jebres, Solo, tiga hari menjelang Idul Fitri tersebut.
Lagi, soal Tragedi Pembakaran Buku
DALAM drama Almansor yang ditulisnya pada 1821, pengarang Jerman Heinrich Heine menulis, ''Dort, wo man Bucher verbrennt, verbrennt man auch am Ende,'' (Kapan mere ka membakar buku, pada akhirnya mereka akan membakar manusia). Kata-kata Heine itu terkait dengan pembakaran besar-besaran kitab suci Alquran semasa terjadinya Inkuisisi Spanyol, yakni pengusiran kaum muslim dan Yahudi pada akhir abad ke-15 dari Kerajaan Spanyol. Seabad kemudian, buku-buku karya pengarang keturunan Yahudi tersebut termasuk di antara ribuan buku yang dibakar oleh kaum Nazi Jerman di Opernplatz, Berlin.
Arema Never Die
PS Arema bukan sekadar sebuah tim peserta kompetisi biasa. Dia sudah menjadi ikon sepak bola kotanya, Malang, dan bahkan tanah air. Tim yang lahir pada 1987 ini telah menjadi prototip tim profesional. Dalam buku Arema Never Die (UMM Press, Agustus 2009), Abdul Muntholib, sang penulis, mengupas tuntas sejarah berdirinya hingga keberadaannya sekarang. Juga bagaimana tim yang sejak lahir ''miskin'' itu masih bisa bertahan. Siapa saja otak di balik sukses Arema sebagai satu-satunya tim mandiri sehingga masih bisa eksis hingga saat ini.
Menjadi Tua dan Tersisih
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana wujud fisik dan jiwa Anda sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, atau tiga puluh tahun lagi? Anda yang kini sangat gagah, tampan, cantik, populer, penuh chemistry, bahkan mapan dan dihormati orang-orang, tahu-tahu menemukan diri Anda teronggok dalam sunyi dan sepi di sebuah panti jompo... Bagaimana rasanya mengalami masa tua yang terasingkan, disisihkan, bahkan oleh anak-anak Anda sendiri yang sangat Anda cintai dan bela mati-matian selama ini? Semua tidak ada maknanya lagi.
Satu Kota Tiga Iman
Dipuja sepanjang millennium oleh tiga sistem keimanan, tercabik-cabik oleh konflik yang tak berkesudahan, ditaklukkan, dibangun kembali, dan diratapi se kali dan sekali lagi...Jerusalem adalah kota yang sakral yang ke kudusannya melahirkan tragedi yang mengerikan. Dalam buku Jerusalem, Satu Kota Tiga Iman (Risalah Gusti Surabaya, Cet. III Agustus 2009) ini, Karen Armstrong berusaha melacak sejarah bagaimana umat Yahudi, Kristen, dan kaum Muslim melandasi klaim atas Je rusalem sebagai kota suci mereka.
Melihat Demokrasi Kita
Carol C. Gould mendefinisikan demokrasi sebagai suatu bentuk pemerintahan yang di dalamnya rakyat memerintah diri sendiri, baik melalui partisipasi langsung dalam merumuskan keputusan-keputusan publik maupun dengan cara memilih wakil-wakil mereka. Atau, biasa disebut dengan istilah dari, oleh, dan untuk rakyat. Secara teoretis, Indonesia sudah masuk kategori sebagai penganut demokrasi. Tetapi, harus diingat, ia produk impor. Dengan demikian, sebagian kalangan masih meragukan kecocokan budaya politik Indonesia dengan nilai-nilai demokrasi itu.
Catatan Hati KD
Siapa tak kenal Krisdayanti (KD)? Ketenaran diva Indonesia itu tidak diragukan lagi. Apalagi, hari-hari ini, setelah mahligai rumah tangganya bersama musisi Anang Hermansyah diberitakan hancur berkeping-keping. Banyak yang terkaget-kaget mendengarnya. Pasalnya, orang -terutama penggemarnya- telanjur mengidolakan pasangan artis itu sebagai pasangan ideal. Tapi, itulah dunia glamour selebriti, yang nyaris tiada henti dengan berita kawin dan cerai. Dan, buku My Life, My Secret; Catatan Hati Krisdayanti (Gramedia Pustaka Utama Jakarta, Agustus 2009) seolah tak ada maknanya.
Room to Read
JIKA Anda seorang pekerja sosial, atau tertarik untuk bekerja di sektor nirlaba, buku peraih Academy for Educational Development ''Breakthrough Ideas in Education" Award 2007 yang sarat inspirasi ini dapat menjadi panduan berharga. Selain bisa dijadikan cermin dalam perjalanan menemukan kebahagiaan dan makna hidup, buku ini juga memuat pelajaran-pelajaran bernilai tentang bagaimana mengelola organisasi nirlaba kelas dunia.
Cara Menilai Perusahaan
Apakah Anda pemain pasar modal, sebagai analis, investment banker, atau konsultan keuangan? Buku ini tepat menjawab kebutuhan Anda.
Pedoman Mengelola Perusahaan Kecil
Usaha kecil menjanjikan keberhasilan, kepuasan, dan posisi tertentu dalam dunia usaha, sekaligus banyak menghadapi dilema.
Ribuan usaha kecil didirikan, dan ternyata sebagian besar menemui kebuntuan, macet dan bahkan gagal. Banyak usaha kecil yang mulanya sukses, justru macet ketika beranjak besar dan gagal setelah besar. Sebagian lagi dapat dikatakan sukses, namun jarang yang sanggup bertahan hingga generasi kedua. Kebanyakan kegagalan tersebut hanya karena salah urus dan lemahnya pengelolaan.
