15 Kasus Sengketa Merek di Indonesia


zainur - Posted on 12 November 2009

Author: 
Casavera
Year: 
2009
Language: 
Indonesia
SKU: Buku
ISBN: 
978-979-756-519
Pages: 
406pages
Price: Rp. 79,800

15 Kasus Sengketa Merek di Indonesia Status merek sebagai trademark yang dilindungi undang-undang mendorong banyak pemilik merek untuk memohon registrasi mereknya. Hanya saja, di tengah-tengah kesadaran akan pentingnya merek, kita menjumpai berbagai kasus sengketa merek dikarenakan sejumlah penyebab, di antaranya klaim 'merek terkenal', merek tidak aktif (vacuum) selama 3 tahun berturut-turut, transaksi jual-beli merek, pengalihan hak atas merek, ketidaksesuaian antara penggunaan dan pendaftaran merek, serta itikad tidak baik (seperti penjiplakan merek). Oleh sebab itu, pemahaman atas kasus yang telah terjadi dan putusan pengadilan atas sengketa bersangkutan dapat memberikan wawasan pemahaman yang lebih komprehensif tentang praktik perlindungan merek di Indonesia.

          Buku ini diawali dengan ulasan tentang perkembangan perspektif dan konsep terkini dalam manajemen merek, serta yurisprudensi tetap kasus sengketa merek di Indonesia, kemudian diikuti fokus utama buku ini, yakni dokumentasi 15 kasus sengketa merek yang putusannya telah memiliki kekuatan hukum tetap pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung. Kasus-kasus tersebut meliputi Davidoff, Benetton, Cesare Paciotti, Jiang Dong, United, Paul & Shark Yachting, Joran, RDL, Mamee vs Mamami, Aqua vs Indoqua, Holland Bakery vs Bakeri Holan, 100 vs Gaga 100, Cap Kelinci vs Rabbit Brand, Top 1 vs Megatop, serta Indomie dan Chiki.

Shopping cart

There are no products in your shopping cart.

0 Items Rp. 0

Search